abdi's posts with tag: drama eksistensi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag drama eksistensi
Posted by abdi on Sep 13, '07 3:03 AM for everyone
Category:Books
Genre: Arts & Photography
Author:F. Budi Hardiman
Dengan membiarkan seluruh kejadian atau apa pun yang ada di semesta apa adanya, Heidegger mulai mengajak kita melihat lebih dalam lagi siapa itu Ada, keseluruhan substansi yang bisa kita lihat dan kita rasakan setiap hari.
Kita memang kerap kali merasakan bahwa keberadaan kita di dunia ini seperti terlempar begitu saja. Bisa jadi kita tidak menginginkannya. Kita tidak pernah diajak ngobrol atau ditawari, apakah mau atau tidak hidup di alam ini?
Manusia atau Dasein menyadari keterlemparan itu, tidak seperti mengada lain seperti meja, kursi, orangutan, dan lain-lain. Kesadaran itu membuat kita selalu terhubung dengan penopang hidup ini. Keterhubungan inilah yang disebut sebagai eksistensi.
Kemengadaan Dasein tidaklah final. Bisa jadi keadaan kita belum penuh sebagai mengada, sebagai manusia. Kemengadaan kita atau eksistensi kita tidak sama dengan pengada lain. Kita ada dalam dunia ini dengan kesadaran. Juga kesadaran akan datangnya kematian.
Namun saat ada di dalam dunia ini, kita masih mencari siapa diri kita, Ada kita dan bagaimana menghayati hidup. Karena itu masalah yang dilihat Heidegger bukanlah bagaimana menghindari keseharian, melainkan bagaimana di tengah-tengah keseharian itu menemukan penerangan eksistensial.
Dalam situasi dunia yang carut marut ini, arus globalisasi membanjiri hidup kita setiap hari, seperti televisi, internet dan beragam informasi lain, eksistensi kita kerap tenggelam. Kita kerap merasa menjadi NOBODY di antara semua itu.
Ada yang merasa nyaman dengan semua itu. Ada yang terjerat tapi menikmatinya. Ada juga yang terasing dengan dirinya, keberadaannya. Disitulah letak pentingnya mencandra keseharian kita. Bila kita ingin agar hidup menjadi bermakna, rasailah eksistensi diri kita setiap saat.
Keterhubungan kita dengan dunia ini setiap waktu mesti dilihat kembali hingga kita menjadi nyaman dalam kolam eksistensi kita sebagai mengada. Sehingga eksistensi kita sebagai Ada akan semakin penuh. @

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia.
Tahun : 2003


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help