abdi's posts with tag: kampung laut
Posted by abdi on Oct 3, '07 5:20 AM for everyone |  | Makan Sambil Mancing di Kampung Laut
Anda yang kebetulan sedang berlibur atau melewati kota Semarang boleh singgah di tempat ini, sebuah paduan antara tempat makan dan tempat rekreasi, restoran Kampung Laut. Selain bisa menikmati makanan di sana, Anda juga bisa memancing di empangnya.
Ditilik dari namanya, terkesan kalau tempat ini adalah sebuah kampung, kumpulan rumah-rumah dengan penghuninya. Orang yang belum pernah ke tempat ini sama sekali tidak akan mengira kalau resto ini sebenarnya bukan kampung seperti yang dibayangkan. Namun, kalau orang menyebut dengan lengkap sebutan tempat ini restoran Kampung Laut, cerita dan bayangan menjadi berubah. Manajer tempat ini memang menyebutkan bahwa konsep utamanya adalah restoran. Namun, agar restoran ini memiliki sesuatu yang khas dan bakal bisa membuat pengunjung terkesan, dibuatlah tata letak yang menarik. “Konsep restoran yang mengapung di atas empang,” tutur Priyadi, manajer restoran ini. Restoran yang berada di atas empang seluas kurang lebih 12 hektar ini diberi nama “Kampung Laut”. Bukan karena berada di atas laut, melainkan seolah-olah ada di atas laut. Sekarang sudah mencapai usia dua tahun lebih empat bulan (saat tulisan ini dibuat). Tepatnya mulai beroperasi bulan Februari tahun 2002. Dengan karyawan sekitar 70 orang, restoran ini pada dasarnya hendak menyajikan rasa tersendiri bagi penduduk kota Semarang. Setelah ada restoran dengan bangunan dan aksesori serta makanan model zaman Belanda di Kota Semarang juga, kemudian muncullah restoran bersuasana air.
Layanan Cepat
Restoran bersuasana air ini memiliki 24 gazebo. Dengan kapasitas tempat duduk sekitar 700 dan hiburan solo organ setiap malamnya, suasana makan Anda menjadi bertambah nikmat dan syahdu. Anda bisa mendatangi tempat ini mulai dari pukul 12.00. Sementara untuk malam hari tutup pukul 22.00. Ini adalah jadwal untuk hari biasa. Untuk hari minggu dan hari libur, Anda bisa mengunjunginya mulai pukul 10.00 dan tutup seperti biasa, pukul 22.00. Pengunjung tempat ini paling banyak di malam hari. Mungkin karena banyak pengunjung yang lebih leluasa waktunya saat malam hari. Dengan hiasan lampu dan suasana malam yang gelap, tempat ini terasa semakin eksotis. Beragam jenis makanan bisa Anda dapatkan. Ada chinese food, juga sea food. Ada sup asparagus dan berbagai jenis sup lain, mi, salad, ayam bakar, beragam jenis sajian ikan dan daging sapi serta kodok. Menu spesial dari restoran ini adalah ikan bandeng dengan bumbu sambal balado. Rasanya pedas dan manis. Anda bisa memilih sendiri ikan bandeng atau udang lobster yang ditempatkan di bak kecil. Pelayanan makanan di tempat ini cukup cepat. Saat saya mengunjungi tempat ini, di suatu malam, ratusan pengunjung mengisi setiap tempat duduk yang ada. Kurang lebih sepuluh menit setelah makanan dipesan, Anda sudah bisa menikmati sajian yang ada. Kalau takut tidak mendapat tempat, Anda bisa pesan tempat sebelumnya. Anda juga bisa menggunakan tempat ini untuk keperluan pesta perkawinan, pameran, pesta ulang tahun, acara keluarga bersama, dan tentu saja untuk wisata.
Mancing Bandeng
Menurut Priyadi, kawasan di sekitar restoran cocok untuk menjadi tempat rekreasi. Tak hanya untuk orang Semarang, juga untuk pengunjung dari luar kota. Karena itu, sajian lain yang ditawarkan tidak kalah menarik. Di tempat ini tersedia arena kolam pancing yang berisi ikan bandeng dan udang. Anda yang hobi memancing bisa menikmati hasil tangkapan sendiri. Namun, kalau Anda datang sekadar untuk memancing, boleh-boleh saja. Mulai dari restoran ini dibuka sampai malam hari menjelang ditutup, Anda bisa berlama-lama menikmati hobi Anda ini. Tentu saja sebelumnya Anda harus membayar Rp 6.000 bila memancing ikan bandeng. Dan kemudian biaya akan ditambah sesuai dengan hasil tangkapan yang Anda peroleh. Setiap ons bandeng biasa yang Anda tangkap akan dihargai sekitar Rp 25.000, sedangkan untuk bandeng mutiara Rp 30.000. Kalau tidak membawa peralatan memancing, Anda bisa menyewanya di tempat ini. Harga sewanya Rp 6.000 juga. Bisa digunakan sepuasnya. Umpan untuk bandeng cukup sederhana. Hanya dengan roti tawar yang dibasahi, bandeng akan tertangkap. Untuk Anda yang suka memancing udang, cukup membayar Rp 10.000. Sampai berapapun Anda mendapat udang, Anda tidak perlu membayar lagi. Sayangnya, udang yang dipelihara di empang ini hanyalah jenis udang putih saja, tidak ada jenis udang lain. Toh, kenikmatan memancing tidak berkurang karenanya. @
Dekat PRPP
Restoran bernama “Kampung Laut” yang berada di sebelah lokasi PRPP ini dekat dengan Puri Maerokoco. Tempat ini cukup mudah dicapai. Dari Lapangan terbang Ahmad Yani, Anda bisa menggunakan taksi menuju Jalan Siliwangi. Masuklah ke Kompleks Ruko Puri Anjasmoro. Mintalah pada sopir taksi untuk mengantar masuk ke lokasi Puri Maerokoco. Dari lapangan terbang, tidak kurang dari 15 menit tempat ini bisa Anda capai. Sementara itu, kalau Anda berada di wilayah kota, maksudnya sekitar di Tugu Muda, Lapangan Pancasila, atau Jalan Pemuda, Anda bisa menggunakan bus jurusan Klipang-PRPP. Naiklah bus dari depan Pasar Bulu (dekat Tugu Muda). Bus akan berhenti persis di depan lokasi PRPP. Kemudian Anda tinggal jalan kaki ke arah Puri Maerokoco. Tidak lebih dari sepuluh menit, Anda sudah sampai tempat ini. Hotel dan tempat penginapan juga tidak jauh. Di sekitar Silwangi, hotel-hotel kecil tersedia. Bahkan juga di dekat Lapangan Pancasila (Simpang Lima), yakni di Jalan Pemuda, terdapat beberapa hotel yang bisa Anda singgahi. Misalnya saja Hotel Santika. Sementara di jalan lain seperti Jalan Imam Bonjol atau Jalan Indraprasta, beberapa hotel kecil juga ada. Jangan sampai terlewatkan. Singgahlah ke Semarang dan nikmatilah keindahan malam di sana dengan mampir ke restoran Kampung Laut. @
Semarang "home sweet home" |
| |