abdi's posts with tag: ruginya marah

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag ruginya marah
Posted by abdi on Sep 3, '07 5:21 AM for everyone

Marah, selain membuat orang lain tidak nyaman, binatang pun akan menjauh. Bila tidak terkontrol, akan mengganggu fungsi-fungsi organ seperti hati, jantung dan system hormon. Atasi dengan belajar sabar dan bersikap toleran

“Brakkkkk!!!!!!!!!”

Setiap orang di ruang rapat itu terdiam, ketika bos besar perusahaan itu menggebrak meja karena merasa tidak puas dengan hasil laporan anak buahnya.

“Pencapaian tahun ini jauh dari yang ditargetkan!!!!!” teriak sang bos sambil berdiri. Dan satu orang mulai menjelaskan sambil sedikit merasa takut dan khawatir jangan-jangan bosnya bakal menghardiknya lagi.

Pelan-pelan si anak buah ini menyelesaikan uraiannya. Dan sang bos pun mulai mengerti, bahwa semuanya terjadi karena keadaan ini disebabkan oleh faktor luar yang tidak bisa dielakkan.

Ini hanyalah gambaran kecil bila seseorang marah. Marah, terjadi akibat situasi eksternal maupun internal yang berlangsung tidak sesuai harapan kita. Anda bisa marah karena orang, misalnya teman sekerja yang tidak pernah tepat waktu. Atau bisa juga karena jalanan macet. Anda bahkan bisa marah karena masalah Anda sendiri, baik yang sudah berlalu atau yang baru saja terjadi.

Secara alamiah, saat marah seseorang akan mengungkapkannya secara agresif sehingga membuat keadaan sekitar menjadi tidak nyaman. Seakan semua orang lain dapat merasakan uap yang menyembur dari tubuh orang itu.

Begitu kuatnya hawa marah itu, sehingga tidak hanya orang yang dapat merasakannya, bahkan hewan pun mencoba menghindarinya saat itu.

Perubahan Biologis dan Psikologis

Marah memang normal, karena keadaan yang tidak diharapkan memang tidak menyenangkan untuk dihadapi. Meski normal, marah, sebagai sebuah keadaan dengan beragam intensitas dari yang ringan sampai yang berat, menurut psikolog yang juga pakar di bidang marah dari Departemen Psikologi University of South Florida, Charles Spielberger, PhD, biasanya akan disertai dengan perubahan psikologis dan biologis.

Saat marah, ritme jantung dan tekanan darah akan menaik.

Maka, tidak heran bila para peneliti seperti Dr. Redford William dari Duke University dan Dr. Robert Sapolsky dari Stanford University menemukan bahwa amarah, amuk, dan kebencian secara khusus merusak system kardiovaskular.

Selain sistem kardiovaskular, perubahan yang sama juga terjadi pada hormon tubuh. Adrenalin dan noradrenalin menjadi meningkat. Hormon lain seperti corticosteroids dan cathecolamine akan terproduksi lebih banyak. Akibatnya, system kekebalan ditekan dan metabolisme tubuh akan kacau.

Prof. Dr. Aboe Amar Joesoef, dr.,Sp.S, dari bagian Neurologi FK Unair-Rsu Dr. Soetomo, Surabaya menyebutkan bahwa dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa ada kaitan antara emosi negatif dengan peningkatan kadar sitokin proinflamatorik dan peningkatan rasa nyeri. Sementara emosi positif berkaitan dengan penurunan sitokin proinflamatorik dan rasa nyeri.

Sitokin inflamatorik merupakan hormon yang berperan menjaga keseimbangan tubuh bila terjadi kekacauan. Munculnya hormon ini biasanya akan menimbulkan gejala yang dikenal dengan “sickness behaviour”.

Situasi ini ditandai dengan sekumpulan gejala seperti; badan menjadi panas, rasa lemah, malaise, gelisah, sulit konsentrasi, depresi, hilangnya nafsu makan dan lain-lain.

Dalam Pengobatan Tradisional Cina (Tradisional Chinese Medicine-TCM), kemarahan diartikan sebagai rasa terganggu yang menyebabkan aliran Qi (energi) terbalik dan berjalan ke arah atas tubuh. “Keadaan ini bisa merusak Qi di hati,” jelas Dr. William Adi Teja, spesialis penyakit dalam lulusan Beijing University.

Maka untuk mengatasinya, perlu ada emosi lain yang menyeimbangkannya, yakni dukacita. Kesedihan akan membuyarkan rasa marah.

Perlu Sabar dan Toleran

Selain mengungkapkan dengan terus terang dan agresif, orang bisa jadi menekan rasa marah atau menyembunyikannya. Yang paling baik adalah mengungkapkan kemarahan itu dengan tenang, dan tidak dengan cara agresif.

“Ini adalah cara yang paling menyehatkan bagi setiap orang,” jelas Charles. Namun, untuk bisa demikian, Anda mesti belajar.

Tokoh Spiritual dari Tibet, Dalai Lama dalam sebuah wawancara dengan seorang psikiater anggota American Board of Psychiatry and Neurology, Howard C. Cutler, M.D, mengatakan “Kita tidak dapat mengatasi amarah dan kebencian hanya dengan menekan emosi-emosi ini. Kita perlu aktif menumbuhkan antidot-antidot untuk melawan kebencian dengan bersikap sabar dan toleran,”

Dalam kehidupan sehari-hari, toleransi dan sabar mempunyai manfaat besar. Pengembangan ketrampilan ini memungkinkan kita melestarikan dan mempertahankan kesadaran kita.

Hasil akhirnya adalah kesediaan memaafkan. “Bila Anda betul-betul sabar dan toleran, maaf akan datang dengan sendirinya,” jelas Dalai Lama. @

Cek, Apakah Anda Butuh Pertolongan

Lepas kendali, naik pitam, mengeluarkan kata-kata kasar adalah tanda-tanda orang sedang marah. Marah memang normal, bahkan kadang-kadang menyehatkan dan juga dibutuhkan. Tapi, marah juga bisa merusak diri sendiri dan lingkungan.

Coba cek seberapa mudah Anda marah dengan kuis kecil ini dari Larry Axmaker, EdD, PhD

-     Apakah orang mengatakan pada Anda bahwa Anda butuh menenangkan diri?

-     Apakah And selalu tegang?

-     Sulit untuk mengatakan pada orang lain apa yang sebenarnya ada dalam pikiran Anda

-     Apakah Anda menggunakan alcohol atau obat untuk menenangkan diri?

-     Apakah Anda mempunyai kesulitan tidur?

-     Apakah Anda merasa bahwa orang lain tidak mendengarkan Anda atau mengerti Anda.

-     Apakah orang yang Anda cintai atau dekat dengan Anda mengatakan bahwa Anda menyakitinya?

-     Apakah Anda sering merasa menyerang seseorang entah secara verbal atau fisik

Jika jawaban “ya” lebih dari dua, Anda mungkin butuh pertolongan dalam mengatasi kemarahan Anda.@

Remaja Mudah Marah Bikin Jantungan  
Penelitian terbaru menyebutkan bahwa anak usia remaja yang mudah marah saat menghadapi tekanan atau stress akan mengalami resiko terkena serangan jantung premature tiga kali lebih besar dibanding yang tidak. Begitulah simpulan yang disampaikan oleh para dokter dari Universitas John Hopkins, Amerika Serikat.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine pada tanggal 22 April tahun lalu ini bahkan menyebutkan bahwa serangan jantung ini tidak mengaitkan apakah seseorang punya riwayat serang jantung dalam keluarganya.

“Watak pemarah yang diprediksikan menimbulkan penyakit sebenarnya sudah diketahui jauh sebelum factor-faktor resiko tradisional lain yang ditengarai menyebabkan penyakit seperti diabetes dan hipertensi,” jelas Patricia P. Chang, M.D., yang mengepalai penelitian ini.

Menurut Chang, yang paling penting adalah bahwa kemarahan pada anak muda dapat diatasi dengan pertolongan professional untuk mengendalikan temperamen. Apalagi sudah ada bukti bahwa mereka yang menderita sakit jantung pun dapat ditolong dengan metode manajemen marah.

Chang dan koleganya menganalisa data dari penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh para peneliti dari Johns Hopkins. Penelitian yang cukup lama ini melibatkan sekitar 1,337 siswa kedokteran yang terdaftar dari tahun 1948 dan 1964. Data dan informasi mengenai riwayat keluarga dan perilaku hidup sehat yang mereka lakukan dikumpulkan.

Ada sekitar 1,055 responden laki-laki dengan usia rata-rata 36. Selama masa sekolah dan masa tambahan di tahun 1992, seluruh peserta diberi kuesioner yang diberi judul “saraf tegang”. Kuesioner ini untuk melihat bagaimana mereka menanggapi tekanan dan stress yang dialami.

Kemarahan yang diekspresikan dan disembunyikan, lekas marah dan mudah mengeluh adalah tiga jawaban yang didefinisikan sebagai bentuk kemarahan.

Dari kuesioner terlihat, 229 laki-laki mengatakan bahwa mereka mengekspresikan atau menyembunyikan marah. 169 mengatakanbahwa mereka sering mudah mengeluh dan 99 mengatakan lekas marah. Dua puluh satu laki-laki dilaporkan mengalami tiga hal ini (tingkat marahnya tinggi) saat menghadapi stress.

Sampai usia 76, sekitar 205 laki-laki (35%) mengalami kejadian penyakit kardiovascular, dengan rata-rata serangan di usia 56. Dari semua itu, diketahui, sekitar 145 laki-laki menderita penyakit jantung koroner (94 terkena serangan jantung) dan 59 dilaporkan menderita stroke. 77 laki-laki (8 %) menderita penyakit kardiovascular prematur, dengan rata-rata serangan pada usia 49. Dari jumlah itu, 56 menderita penyakit jantung koroner (34 terkena serangan jantung) dan 13 dilaporkan mengalami stroke prematur.

"Meski jumlah kejadian serangan jantung begitu kecil, insiden penyakit kardiovaskular cukup tinggi untuk mereka yang tingkat kemarahannya cukup tinggi dibanding dengan mereka yang tingkat kemarahannya rendah,” jelas Chang. Ditambakan oleh Chang, agak sulit untuk menentukan apakah para wanita juga bisa mengalaminya karena mereka memiliki hormon estrogen yang melindungi mereka dari penyakit kejadian serangan jantung.

Chang menambahkan, bukti yang menunjuk pada stress yang terkait dengan pelepasan hormon catecholamines secara lebih banyak, menunjukkan keterkaitan antara marah dengan kesehatan.

Hormon lain, seperti adrenaline, akan meningkat untuk menyiapkan tubuh bila keadaan genting seperti flu, kelelahan, dan pingsan dengan mengerutkan pembuluh-pembuluh darah, dan memaksa jantung bekerja lebih keras agar menyediakan darah segar bagi tubuh.@

Saat Anda Marah

Jika Anda adalah tipe orang yang sulit mengontrol dan mengatur kemarahan, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mebantu Anda. Kemarahan yang tidak terkendali memang tidak bagus untuk siapapun. Mempelajari bagaimana mengontrol dan mengatur emosi akan membuat Anda merasa lebih nyaman dan orang lain pun akan merasa nyaman berada dekat Anda.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai latihan agar Anda mampu mengendalikan marah

Relaksasi. Teknik sederhana seperti bernapas dalam, peregangan otot, meditasi, dan relaksasi lewat visualisasi dapat membantu Anda menenangkan diri. Ada banyak kelompok dan lembaga yang bisa Anda datangi untuk mengajari cara-cara rileksasi.

Menata kembali Cara Pikir. Ubah cara pandang Anda. Saat Anda marah, cara berpikir Anda akan menjadi rumit dan justru berlebihan. Karena itu, cobalah untuk selalu bersikap obyektif. Itu artinya, Anda harus melihat situasi dengan dari beragam sisi. Bila anak buah selalu tidak tepat waktu misalnya, Anda perlu melihat dan mengetahui apa saja penyebabnya. Jangan biarkan emosi menguasai hati sehingga Anda tidak sempat berpikir dengan jernih.

Atasi masalah. Dalam banyak kasus, kemarahan Anda dapat diredam dengan penyelesaian masalah pemicu kemarahan itu. Jika tidak ada solusi, focuslah pada bagaimana Anda mengatasi situasi yang ada. Anda tidak dapat menghentikan hujan, melainkan dapat membuka payung dan Anda akan tetap kering. Beberapa masalah biasanya dapat diatasi atau Anda akan mencapai kompromi atau consensus dengan orang lain.

Komunikasi. Anda akan sulit mendengarkan orang lain saat marah. Bahkan pernyataan-pernyataan yang Anda lontarkan pun bisa jadi akan berlebihan, menyakiti atau terlalu agresif. Tariklah napas dalam-dalam dan katakan dengan tenang yang Anda inginkan pada orang lain. Mereka mungkin saja mengerti bahwa Anda sedang marah. Kemudian, dengarkan hati-hati tanggapan mereka. Penting sekali bagi Anda untuk mendengarkan orang lain. Ketika Anda mulai mendengarkan dan membagi perasaan, biasa Anda akan sangat mudah mencapai ke keadaan yang lebih tenang dan Anda akan dapat menyelesaikan masalah. Jadi, berkomunikasilah.

Humor. Sedikit senyum dan tertawa akan menghilangkan kemarahan. Saat Anda merasa benar-benar marah, bayangkan saja bahwa diri anda menggelembung bagaikan balon lalu mengudara dan terbang mengelilingi ruangan. Atau bisa juga Anda perlu menggambarkan situasi yang membuat Anda gila itu dalam sebuah gambar kartun. Hindarilah sarkasme atau kata-kata kasar. Kemarahan akan reda bila Anda mulai senyum dan tertawa pada diri sendiri.

Ubah Lingkungan. Pergi dari situasi yang membuat Anda marah sejenak bisa jadi membantu Anda untuk terhindar dari keinginan untuk marah. Jalan-jalan, makan siang, kunci pintu kamar mandi dan nikmati berendam bathroom, atau memfokuskan diri pada tugas atau pekerjaan lain akan membuat Anda tenang kembali. Pikiran yang tenang memungkinkan Anda membuat keputusan yang baik. @


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help